Text
FIKSI MINI PEREMPUAN BERTUTUR #4 :LANGKAH PEREMPUAN DAN AKSI POLITIKNYA
Mengisahkan cerita dengan cara menuliskan dalam bentuk fiksi mini dapat dikategorikan dalam
penulisan kreatif (sastra), maka yang dibutuhkan penulisan fiksi mini adalah yang singkat, padat
dan menarik untuk dibaca akan menunjukkan kemampuan penulis untuk membangun imajinasi
pembaca. Melalui riset, observasi, dan kemampuan mendeskripsikan hasil dari pengamatan
obyek (sosial) akan menghasilkan sebuah tulisan yang kreatif.
Pada Antologi Perempuan Bertutur #4 "LANGKAH Perempuan dan Aksi Politiknya" dalam
pengamatan saya 60 penulis perempuan ini dapat mendeskripsikan pengembaraan imajinasinya
melalui tulisan yang kreatif dalam bentuk fiksi mini.
-Agus Prasetiya, Teater Anyar-
Ikhlas adalah kata yang saya anggap tepat untuk disampaikan kepada Komunitas Perempuan
Bertutur. Pasalnya, seseorang dalam mencipta karya seni pada umumnya pengungkapan suasana
pikirannya dan cenderung bersifat sentimentil (romantisisme). Kini, mereka mengarahkan
pikiran serta ekspresinya dengan berpartisipasi dalam kehidupan dan pemikiran politik. Karya
sastra (fiksi mini) yang diciptakan berdasarkan pada imajinasi dengan perspektif subjektif.
Dampaknya, kondisi psikologisnya akan goyah sebab harus keluar dari zona amannya atau tema
yang menjadi kebiasaan dalam berkarya. Untuk itu dibutuhkan sifat ikhlas dengan membangun
motivasi batin ke arah kreativitas baru yang konteksnya dapat mencakup ruang, waktu dan
tempat di mana fenomena itu terjadi dan mengusik pikirannya.
Selamat atas terbitnya LANGKAH Perempuan dan Aksi Politiknya. Terus berkarya selagi
pikiran ini masih mampu menembus ruang kreativitas.
– Alex Luthfie R. –
| F25057 | 899.221 3 SRI f | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain